
Gunungkidul, 25 Juli 2026 — Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama Sinergi Sehat Indonesia kembali melaksanakan Participatory Reflection and Action (PRA) Tahap 2 dalam rangkaian Program SatuJantung di Padukuhan Kedungpoh Lor, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari PRA Tahap 1 yang sebelumnya berhasil mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat. Pada tahap ini, kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai tiga isu kesehatan yang diprioritaskan berdasarkan hasil diskusi sebelumnya, yaitu leptospirosis, penyakit tidak menular (PTM), dan serangan jantung. Selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan menggali potensi risiko penyakit, pengalaman masyarakat, serta sumber daya lokal yang dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit di tingkat komunitas.

Materi penyuluhan disampaikan oleh dokter residen FK-KMK UGM yang membahas faktor risiko, upaya pencegahan, hingga penanganan dini terhadap leptospirosis, PTM, dan serangan jantung. Selama sesi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi aktif dan penyampaian berbagai pertanyaan terkait kondisi kesehatan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Setelah penyuluhan, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi sesuai dengan topik penyakit. Melalui FGD, masyarakat berbagi pengalaman, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit, serta mendiskusikan potensi lokal yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan. Berbagai masukan yang diperoleh dari diskusi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan intervensi kesehatan berbasis komunitas pada tahapan PRA berikutnya.
Pelaksanaan PRA Tahap 2 menunjukkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat mampu menciptakan ruang belajar yang partisipatif. Melalui proses ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penyakit prioritas, tetapi juga berperan aktif menggali potensi lokal untuk
mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit.