
Jakarta, 1–2 Juli 2026 — Sinergi Sehat Indonesia turut berpartisipasi dalam ASEAN4TB Conference 2026 yang diselenggarakan di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Konferensi ini menjadi forum regional yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan dari negara-negara ASEAN untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam penanggulangan tuberkulosis. Mengusung visi “One Region, One Goal: End TB”, ASEAN4TB menjadi ruang penting untuk mendorong riset kolaboratif, berbagi pembelajaran lintas negara, serta mempercepat penerjemahan bukti ilmiah ke dalam kebijakan dan praktik pengendalian TB di kawasan ASEAN.

Dalam kegiatan ini, Sinergi Sehat Indonesia mempresentasikan dua poster ilmiah hasil penelitian tim. Poster pertama berjudul “Too Sick to Ignore: Masculinities as Barriers and Enablers of TB Healthcare Utilization in Bantul” dipresentasikan oleh Ahnav Bil Auvaq, M.Phil. Poster ini mengangkat isu maskulinitas sebagai salah satu faktor sosial yang dapat menjadi hambatan maupun pendorong dalam pemanfaatan layanan kesehatan TB.

Poster kedua berjudul “Artificial Intelligence Approaches to Tuberculosis Control in Low- and Middle-income Countries: A Scoping Review of Global Public Health Applications” dipresentasikan oleh Intan Aziizah, S.KM. Poster ini membahas pemanfaatan pendekatan artificial intelligence dalam pengendalian TB, khususnya pada konteks negara berpendapatan rendah dan menengah.
Kegiatan dilanjutkan dengan side-track meeting yang membahas empat konsorsium riset: ANTERA (novel shorter regimen), CATCH-TB (penemuan kasus TB laten/tersembunyi), ACE-TB (TB ekstrapulmoner), dan ACHIEVE-TB (pemanfaatan AI untuk manajemen TB yang lebih cepat). Hari kedua ditandai dengan peresmian dan penandatanganan konsorsium oleh perwakilan anggota dari negara-negara ASEAN, yang ke depannya akan mendorong sharing data, studi lintas negara, dan translasi evidence ke kebijakan serta implementasi di seluruh kawasan ASEAN mengingat ASEAN menyumbang 45% kasus TB di dunia.
Forum ini juga mengidentifikasi kesenjangan riset yang relevan bagi arah kerja Sinergi ke depan: penelitian yang berbasis komunitas (community-centred research) masih sangat jarang dilakukan, dan penelitian yang berorientasi pasien (patient-centred research), misalnya terkait tolerability and safety of regimens, belum banyak dilaksanakan di ASEAN uji klinis serupa justru lebih dahulu dilakukan di Afrika.