Sinergi Sehat Indonesia

Kegiatan PRA Tahap 3 Program SatuJantung

Gunungkidul, 15 Agustus 2026 — Perkumpulan Sinergi Sehat Indonesia bersama Tim Pengabdian Masyarakat FKKMK UGM menyelenggarakan Participatory Reflection and Action (PRA) Tahap 3 Program SatuJantung di Balai Dusun Kedungpoh Lor, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan PRA tahap 3 merupakan lanjutan dari kegiatan di tahap sebelumnya serta berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan diikuti oleh 24 peserta. Program SatuJantung merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan memperkuat ketahanan bencana dan kesehatan tingkat desa melalui pengembangan tim tanggap terintegrasi berbasis kepemimpinan perempuan. Padukuhan Kedungpoh Lor dipilih sebagai lokasi program karena memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, dengan pelibatan aktif kader kesehatan perempuan, anggota PKK, dan komunitas lokal di setiap tahapannya.

Sesi diskusi diawali dengan pembahasan mengenai perlunya masyarakat menanggapi masalah kesehatan tidak sekadar secara responsif, tetapi juga antisipatif; yaitu bahwa kesehatan masyarakat merupakan sesuatu yang perlu dimitigasi, bukan hanya ditangani setelah ada warga yang sakit dan dibawa ke layanan kesehatan.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemetaan sosial dan pemetaan mobilitas masyarakat Kedungpoh Lor, yang difokuskan pada empat hal:
(1) titik-titik bahaya leptospirosis, (2) masyarakat yang berisiko mengalami serangan jantung, (3) masyarakat dengan penyakit tidak menular (PTM) dan lansia, serta (4) jalur terbaik menuju layanan kesehatan, khususnya RSUD Wonosari, apabila terjadi kejadian serangan jantung. Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi penyusunan action plan bersama warga.

Masyarakat Kedungpoh Lor bersama Tim Pengabdian FKKMK UGM dan Tim Sinergi Sehat Indonesia berhasil merumuskan intervensi yang relevan, ideal, dan realistis, serta menghasilkan peta sosial dan mobilitas yang mencakup titik bahaya leptospirosis, kelompok berisiko serangan jantung, kelompok PTM dan lansia, hingga jalur rujukan tercepat menuju RSUD Wonosari. Pergeseran cara pandang masyarakat dari respons reaktif menjadi mitigasi kesehatan yang antisipatif merupakan capaian yang bermakna dari diskusi ini.

Scroll to Top