Sepanjang tahun 2025, Sinergi Sehat Indonesia terus menjalankan berbagai upaya untuk memperkuat peran komunitas dalam peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengendalian tuberkulosis (TBC), penguatan kapasitas kesehatan, serta perluasan jejaring di tingkat nasional dan internasional.
Penguatan Jejaring Nasional dan Internasional

Sebagai bagian dari upaya pembelajaran berkelanjutan dan penguatan kontribusi program, Sinergi Sehat Indonesia berpartisipasi dalam berbagai forum nasional dan internasional. Keterlibatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik, diskusi kebijakan, serta pengembangan jejaring dengan berbagai lembaga dan institusi. Hingga akhir 2025, Sinergi Sehat Indonesia telah berkolaborasi dengan 29 lembaga dan institusi, baik dalam program kesehatan, riset, maupun forum pengembangan kapasitas.Sinergi Sehat Indonesia mengikuti ASEAN For the Peoples Conference (AFPC) 2025 yang diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta, 4-5 Oktober 2025. Bersamaan dengan rangkaian kegiatan tersebut, Sinergi Sehat Indonesia berkenalan dengan berbagai OMS baik dari tingkat nasional maupun internasional.
Pengendalian TBC di Tingkat Komunitas
Pengendalian TBC tetap menjadi fokus utama Sinergi Sehat Indonesia, terutama melalui pendekatan berbasis komunitas. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, serta dukungan bagi pasien TBC di lapangan.

Refreshment Kader TB, merupakan kegiatan pelatihan penyegaran bagi kader TB yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas dalam pelaksanaan program TB di tingkat lapangan. Kegiatan ini mencakup pembaruan pengetahuan dan keterampilan terkait investigasi kontak, penemuan dan penjaringan kasus TB, pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), pendampingan TB semua tipe, serta penguatan sistem pencatatan dan pelaporan program TB.

Skrining Intensif Kontak Serumah, Akhiri TBC dengan TPT (SIKAT TPT), dilaksanakan untuk mendorong deteksi dini TBC pada kontak serumah pasien TBC bakteriologis, sekaligus memperluas akses terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah memutus rantai penularan.

FGD dan Monitoring Dukungan Komunitas untuk Pasien TBC RO, dilaksanakan sebagai forum koordinasi di tingkat fasilitas kesehatan. Kegiatan ini melibatkan pasien, penyintas, organisasi pasien/penyintas TBC, serta pemangku kepentingan terkait untuk membahas kemajuan, tantangan, dan penguatan dukungan komunitas bagi pasien TBC resistan obat selama masa pengobatan.

Pelatihan Kader Super Ranger, dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan cakupan investigasi kontak di lapangan. Inisiatif ini merupakan penguatan kapasitas kader dengan peran dan jangkauan kerja yang diperluas, khususnya untuk mendukung investigasi kontak lintas wilayah, mempercepat proses skrining, serta memastikan tindak lanjut TPT dan pemeriksaan TBC berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu dalam upaya pengendalian TB kami juga aktif melakukan validasi data antara hasil capaian indikator TB SO dan RO dari tim komunitas dengan data bakteriologis dari seluruh Fasyankes dan Dinas Kesehatan.
Penguatan Kapasitas Kesehatan dan Penelitian

Selain pengendalian TBC, Sinergi Sehat Indonesia juga melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kesehatan masyarakat. Berkolaborasi dengan FKKMK UGM, pelatihan SatuJantung menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam menghadapi kejadian serangan jantung di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas respon kesehatan di tingkat komunitas. Kegiatan dilaksanakan di salah satu kecamatan Bantul dengan melibatkan bapak-bapak dan pemuda sebagai pesertanya.

Selain itu, Sinergi Sehat Indonesia juga berkolaborasi dengan FKKMK UGM melalui proyek penelitian dan pelatihan gender terkait TBC, yaitu melihat perilaku kesehatan laki-laki melalui kacamata maskulinitas. Perilaku laki-laki terkait kesehatan tidak hanya terkait dengan informasi apa yang diterima dari info layanan publik (public service announcement), tetapi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya seperti sosioekonomi, budaya kelaki-lakian, periklanan, agama, dan seterusnya. Pelatihan ini, diikuti oleh beberapa Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, mengenalkan bahwa mendekati laki-laki untuk mau menjalani testing, pengobatan, dan aktif dalam kegiatan kesehatan perlu dilakukan secara komprehensif.